Selamat Datang

Seimbangkan Otak Kanan dan Kiri

Written By Forum Anak Pati on 21.6.12 | 01.10


Tahukah Anda bahwa kedua belahan otak kita mengatur fungsi yang berbeda?
Profesor Robert Orsntein dari Universitas California menyelesaikan penelitian yang hasilnya mempertegas perbedaan aktivitas-aktivitas yang dikendalikan oleh kedua belahan otak tersebut.
Ornstein menemukan bahwa apabila belahan otak yang sering dipakai dirangsang dan disuruh bekerja bersama belahan otak yang jarang dipakai, maka akan tercipta kemampuan dan efektifitas otak yang jauh lebih besar (tinggi).


Masing-masing dari dua belahan otak bertanggung jawab atas cara berpikir yang berbeda-beda dan mengkhususkan diri pada kemampuan-kemampuan tertentu, walaupun ada beberapa persilangan dan interaksi antara kedua sisi.
Proses berpikir otak kiri bersifat logis, sekuensial, linear, dan rasional. Sisi ini sangat teratur. Walaupun berdasarkan realitas, ia mampu melakukan penafsiran abstrak dan simbolis. Cara berpikirnya sesuai untuk tugas-tugas teratur ekspresi verbal, menulis, membaca, asosiasi auditorial, menempatkan detail dan fakta, fonetik, serta simbolisme.

Cara berpikir otak kanan bersifat acak, tidak teratur, intuitif, dan holistik. Cara berpikirnya sesuai dengan cara-cara untuk mengetahui yang bersifat nonverbal, seperti perasaan dan emosi, kesadaran yang berkenaan dengan perasaan (merasakan kehadiran suatu benda atau orang), kesadaran spasial, pengenalan bentuk dan pola, musik, seni, kepekaan warna, kreativitas dan visualisasi.

Mengapa harus digunakan seimbang?
Kedua belahan otak sama pentingnya. Orang yang memanfaatkan kedua belahan otak ini juga cenderung seimbang dalam setiap aspek kehidupan mereka.
Penemuan Ornstein ini memiliki makna khusus karena kebanyakan orangtua beranggapan bahwa anaknya pintar jika mereka pandai berhitung, membaca dan menulis. Anak yang pandai dalam urusan seni dianggap tidak intelek, bodoh, dan tidak ilmiah. Aggapan ini keliru.


Pendidikan di Indonesia seakan-akan lebih menitikberatkan pada fungsi otak kiri. Para siswa dituntut harus pintar dalam ilmu berhitung, membaca dan menulis. Mereka harus mengerjakan tugas-tugas berhitung dan menghapal, bahkan ada yang pada sore harinya harus mengikuti les tambahan pelajaran.

Untuk menyeimbangkan kecenderungan dominasi dari otak kiri, perlu dimasukkan musik, seni, estetika atau hal lain yang berhubungan dengan otak kanan dalam pengalaman belajar dan kehidupan anak. Semua itu menimbulkan emosi positif yang membuat otak lebih efektif. Emosi yang positif mendorong ke arah kekuatan otak, yang mengarah kepada keberhasilan.

Jika tidak melakukan upaya tertentu memasukkan beberapa aktivitas otak kanan dalam kehidupan anak Anda, dapat mengakibatkan anak stres dan mungkin mengakibatkan gangguan mental dan fisik.

Kreativitas maksimal
Kesimpulan yang dikemukakan oleh Ornstein adalah bahwa kita semua berpotensi untuk menjadi ilmuwan dan seniman hebat. Bila salah satu belahan otak kita kurang berfungsi, itu bukan karena tidak memiliki kemampuan melainkan hanya karena belahan otak itu tidak diberi peluang untuk berkembang.
Jadi, berikanlah buah hati Anda waktu dan kesempatan untuk melakukan hobi dan kegiatan yang disukainya sehingga mereka dapat memanfaatkan kedua belahan otak secara seimbang untuk menghasilkan kemampuan dan kreativitas yang lebih maksimal.
dr. I Made Indra Waspada

01.10 | 0 komentar | Read More

Ini Yang Bikin Kakak Adik Sering Berantem

Sudah menjadi rahasia umum kalau antara kakak dan adik sering terjadi pertengkaran. Tapi sebenarnya ada hal-hal tertentu yang bisa menjadi pemicu pertengkaran. Pertengkaran yang terjadi antara kakak dan adik kadang bisa membuat orangtua stres dan senewen. Untuk menghindari kondisi ini orangtua sebaiknya mengetahui hal-hal apa saja yang bisa memicu pertengkaran, seperti dikutip dari Parenting, Rabu (16/11/2011) yaitu:



  1. Kompetisi
 Anak-anak sebenarnya memperhatikan bagaimana orangtua memperlakukan anak-anaknya satu sama lain. Jika mereka berpikir ada perlakuan yang berbeda tanpa mendasar maka hal ini bisa memicu kompetisi tersendiri antara kakak dan adik. Perlakuan yang berbeda seperti menghabiskan lebih banyak waktu atau lebih sering melakukan kegiatan tertentu dengan salah satu anak.

  2. Bertengkar untuk mendapat perhatian
 Terkadang pertengkaran yang terjadi berada dalam jarak dekat dengan orangtua untuk mendapatkan perhatiannya. Salah satu anak bermain sebagai korban untuk mendapatkan perhatian lebih besar

 3. Saling berebut mainan 
 Meski sudah dibelikan masing-masing mainan, terkadang kakak adik masih bisa bertengkar saling berebut mainan. Hal ini karena anak belum terlalu bisa menghargai barang-barang milik saudara kandungnya.

 4. Salah satu bertingkah seperti bos
 Anak yang lebih tua kadang diberi tugas untuk mengawasi adiknya, tapi tanpa disadari perilakunya kadang seperti bos sehingga si adik menganggap ada ketidakadilan sehingga memicu pertengkaran.

 5. Bercanda dengan kekerasan 
Seringkali cara anak-anak yang lebih tua bercanda dengan adiknya sama seperti ia bermain dengan teman sebayanya, sehingga tak jarang si adik merasa kakaknya terlalu kasar seperti ada kontak fisik.

 6. Bercanda yang saling meledek
Pertengkaran tidak hanya dipicu oleh kekerasan fisik, tapi bisa juga akibat serangan verbal atau yang dimulai dari ledek-ledekan. Jika tidak dihentikan kondisi ini bisa membuat kakak dan adik bertengkar dengan fisik seperti saling memukul. Beberapa hal yang bisa dilakukan oleh orangtua untuk mengatasi pertengkaran anak-anaknya sesama saudara kandung, yaitu: Jangan menyelesaikan masalah secara langsung (to the point), anak-anak terutama remaja membutuhkan waktu untuk menemukan solusi bagi dirinya sendiri. Jika salah satu anak ada yang merajuk (manja) setelah bertengkar, maka biarkan saja dan dengarkan segala keluh kesahnya. Cobalah untuk meluangkan waktu bersama dengan setiap anak secara sendiri-sendiri, hal ini akan sangat bermanfaat bagi orangtua untuk bisa mengenal lebih jauh karakteristik dari setiap anaknya. Membuat beberapa peraturan yang telah disepakati bersama-sama untuk menghindari pertengkaran. Memberi penghargaan atau pujian jika anak-anaknya bisa melalui beberapa harinya tanpa bertengkar. (ver/ir)

 sumber: http://www1.patikab.go.id http://www.artikel-menarik.com gambar: http://dannyprijadi.wordpress.com/2009/09/30/kakak-adik-kok-sering-berantem/
00.52 | 0 komentar | Read More

21 Rekor Indonesia di Mata Dunia

Written By Forum Anak Pati on 22.12.11 | 01.44


21 Rekor Indonesia di Mata Dunia - Indonesia adalah sebuah negara yang kaya akan kekayaan alamnya. Kita sebagai warga negara Indonesia tentunya telah mengetahui hal itu. Selain hal itu, Indonesia juga memiliki beberapa rekor-rekor dunia. Berikut 21 Rekor Indonesia di Mata Dunia.

Berikut adalah reker-rekor Indonesia:

1.Republik Indonesia merupakan Negara kepulauan terbesar di dunia
yang terdiri dari 17.504 pulau (termasuk 9.634 pulau yang belum diberi nama dan 6.000 pulau yang tidak berpenghuni) . Disini ada 3 dari 6 pulau terbesar didunia, yaitu : Kalimantan (pulau terbesar ketiga di dunia dgn luas 539.460 km2), Sumatera (473.606 km2) dan Papua (421.981 km2).

2. Indonesia adalah Negara maritim terbesar di dunia
dengan perairan seluas 93 ribu km2 dan panjang pantai sekitar 81 ribu km2 atau hampir 25% panjang pantai di dunia.

3. Pulau Jawa adalah pulau terpadat di dunia dimana sekitar 60% hampir penduduk Indonesia (sekitar 130 jt jiwa) tinggal di pulau yang luasnya hanya 7% dari seluruh wilayah RI.
* Indonesia merupakan Negara dengan suku bangsa yang terbanyak di dunia. Terdapat lebih dari 740 suku bangsa/etnis, dimana di Papua saja terdapat 270 suku.

4. Negara dengan bahasa daerah yang terbanyak,

yaitu, 583 bahasa dan dialek dari 67 bahasa induk yang digunakan berbagai suku bangsa di Indonesia. Bahasa nasional adalah bahasa Indonesia walaupun bahasa daerah dengan jumlah pemakai terbanyak di Indonesia adalah bahasa Jawa.

5. Monumen Budha (candi) terbesar di dunia
adalah Candi Borobudur di Jawa Tengah dengan tinggi 42 meter (10 tingkat) dan panjang relief lebih dari 1 km. Diperkirakan dibuat selama 40 tahun oleh Dinasti Syailendra pada masa kerajaan Mataram Kuno (750-850).

6. Tempat ditemukannya manusia purba tertua di dunia,
yaitu : Pithecanthropus Erectus yang diperkirakan berasal dari 1,8 juta tahun yang lalu.

7.Republik Indonesia adalah Negara pertama yang lahir sesudah berakhirnya Perang Dunia II pada tahun 1945. RI merupakan Negara ke 70 tertua di dunia.

8.Indonesia adalah Negara pertama (hingga kini satu-satunya) yang pernah keluar dari Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB)
pada tgl 7 Januari 1965. RI bergabung kembali ke dalam PBB pada tahun 1966.

9.Tim bulutangkis Indonesia adalah yang terbanyak merebut lambing supremasi bulutangkis pria, Thomas Cup, yaitu sebanyak 13 x (pertama kali th 1958 & terakhir 2002).

10. Indonesia adalah penghasil gas alam cair (LNG) terbesar di dunia
(20% dari suplai seluruh dunia) juga produsen timah terbesar kedua.

11. Indonesia menempati peringkat 1 dalam produk pertanian,
yaitu : cengkeh (cloves) & pala (nutmeg), serta no.2 dalam karet alam (Natural Rubber) dan minyak sawit mentah (Crude Palm Oil).

12. Indonesia adalah pengekspor terbesar kayu lapis

(plywood), yaitu sekitar 80% di pasar dunia.

13. Terumbu Karang (Coral Reef) Indonesia adalah yang terkaya (18% dari total dunia).

14. Indonesia memiliki species ikan hiu terbanyak didunia yaitu 150 species.

15. Biodiversity Anggrek terbeser didunia :
6 ribu jenis anggrek, mulai dari yang terbesar (Anggrek Macan atau Grammatophyllum Speciosum) sampai yang terkecil (Taeniophyllum, yang tidak berdaun), termasuk Anggrek Hitam yang langka dan hanya terdapat di Papua.

16. Memiliki hutan bakau terbesar di dunia.
Tanaman ini bermanfaat ntuk mencegah pengikisan air laut/abrasi.

17. Binatang purba yang masih hidup
: Komodo yang hanya terdapat di pulau Komodo, NTT adalah kadal terbesar di dunia. Panjangnya bias mencapai 3 meter dan beratnya 90 kg.

18. Rafflesia Arnoldi yang tumbuh di Sumatera adalah bunga terbesar di dunia.
Ketika bunganya mekar, diameternya mencapai 1 meter.

19. Memiliki primata terkecil di dunia ,

yaitu Tarsier Pygmy (Tarsius Pumilus) atau disebut juga Tarsier Gunung yang panjangnya hanya 10 cm. Hewan yang mirip monyet dan hidupnya diatas pohon ini terdapat di Sulawesi.

20. Tempat ditemukannya ular terpanjang di dunia
yaitu, Python Reticulates sepanjang 10 meter di Sulawesi.

21.Ikan terkecil di dunia
yang ditemukan baru-baru ini di rawa-rawa berlumpur Sumatera. Panjang 7,9 mm ketika dewasa atau kurang lebih sebesar nyamuk.

nolovesca11.blogspot.com
01.44 | 0 komentar | Read More

Perjuangan Ibu Tiada Terkira


Ibu adalah malaikat penjaga, penyang, dan peduli kita dari lahir ke dunia yang diutus Allah SWT. Malaikat tsb akan terus menjaga, mengajarkan, dan menyayangi kita hingga akhir hayatnya.

“Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia. Dan hendaklah kamu berbuat baik kepada ibu bapakmu dgn sebaik-baiknya. Jika salah seorang diantara kedua atau kedua-dua sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan perkataan “ah” dan janganlah kamu membentak mereka. Dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yg mulia.”

Segala puji bagi Allah yang telah memerintah kami untuk bersyukur dan berbuat baik kepada ibu dan bapak dan berwasiat agar kami menyayangi mereka berdua sebagaimana mereka telah mendidik kami sewaktu kecil.

Ya Allah sayangilah kedua orang tua kami. Ampuni, rahmati dan ridhoilah mereka.

Ya Allah ampunilah mereka dengan ampunan yang menyeluruh yang dapat menghapus dosa-dosa mereka yang lampau dan perbuatan buruk yang terus menerus mereka lakukan.

Ya Allah berbuat baiklah kepada mereka sebanyak kebaikan mereka kepada kami setelah dilipatgandakan, dan pandanglah mereka dengan pandangan kasih sayang sebagaimana mereka dahulu memandang kami.

Ya Allah berilah mereka hak rububiyah-Mu yang telah mereka sia-siakan karena sibuk mendidik kami.

Ya Allah maafkanlah segala kekurangan mereka dalam mengabdi kepada-Mu karena mengutamakan kami dan maafkanlah mereka atas segala syubhat yang mereka jalani dalam usaha untuk menghidupi kami.

Ini adalah mengenai Nilai kasih Ibu dari Seorang anak yang mendapatkan ibunya sedang sibuk menyediakan makan malam di dapur. Kemudian dia menghulurkan sekeping kertas yang bertulis sesuatu. si Ibu segera membersihkan tangan dan lalu menerima kertas yang dihulurkan oleh si anak dan membacanya.

Ongkos upah membantu ibu:

1) Membantu pergi ke Warung: Rp 20.000
2) Menjaga adik Rp 20.000
3) Membuang sampah Rp 5.000
4) Membereskan Tempat Tidur Rp 10.000
5) menyiram bunga Rp 15.000
6) Menyapu Halaman Rp 15.000
Jumlah : Rp 85.000

Selesai membaca, si Ibu tersenyum memandang si anak yang raut mukanya berbinar-binar. Si Ibu mengambil pena dan menulis sesuatu dibelakang kertas yang sama.

1) OngKos mengandungmu selama 9 bulan - GRATIS
2) OngKos jaga malam karena menjagamu -GRATIS
3) OngKos air mata yang menetes karenamu - GRATIS
4) OngKos Khawatir kerana selalu memikirkan keadaanmu- GRATIS
5) OngKos menyediakan makan minum, pakaian dan keperluanmu - GRATIS
6) OngKos mencuci pakaian, gelas, piring dan keperluanmu - GRATIS

Jumlah Keseluruhan Nilai Kasihku - GRATIS

Air mata si anak berlinang setelah membaca. Si anak menatap wajah ibu, memeluknya dan berkata, "Saya Sayang Ibu".

Pernyataan di atas adalah seorang anak yang lupa akan jasa Ibunya, malah sebaliknya. Ia berusaha membantu Ibunya karena pamrih, yang sebenarnya Ibunya melahirkan dan menjaganya tanpa pamrih.

Nah dari artikel ini kita bisa belajar bagaimana menghargai dan mengasihi seorang Ibu.
Ingat jasanya, Ingat Pengorbanannya.
Dengan begitu Insya Allah kita tidak akan pernah durhaka terhadap Ibu kita.


Kasih ibu,
kepada beta
tak terhingga sepanjang masa

Hanya memberi,
tak harap kembali,
Bagai sang surya, menyinari dunia.


daw-xp.blogspot.com
01.34 | 0 komentar | Read More

Beberapa Hal Yang Sangat Di Takuti Para Remaja

Written By Forum Anak Pati on 19.12.11 | 15.59


Inilah Beberapa Hal Yang Sangat Di Takuti Para Remaja - Para orang tua mungkin heran mengapa anak tak bercerita tentang masalah yang dihadapinya. Biasanya, anak pada usia remaja merasa tak nyaman untuk membicarakan masalahnya dengan orang dewasa. Mereka merasa orang dewasa tak akan mengerti apa yang sedang mereka alami. Remaja juga takut kena marah, dikritik, atau bahkan dihukum gara-gara masalah yang tengah dialaminya.

Vanessa Van Petten, penulis buku parenting You're Grounded! yang memiliki misi memperbaiki hubungan orangtua-anak ini membagi pengalamannya. Setiap kali Vanessa mewawancarai pelamar magang usia remaja, dia meminta mereka menjawab dua pertanyaan: Apa yang paling membuatmu khawatir? Bagian apa yang paling sulit dalam hidupmu?


Berikut adalah lima jawaban yang diperoleh Vanessa yang berguna bagi Anda, para orangtua, untuk memastikan anak remaja terhindar dan terlepas dari stres.


1. Interaksi Sosial

Para remaja seringkali butuh mengobrol dengan teman-temannya. Hal ini terkadang membuat mereka terobsesi pada hubungannya dengan teman, baik di dunia nyata maupun di dunia maya. Interaksi sosial, jalinan persahabatan dan pertemanan sangatlah penting bagi remaja. Mereka mencemaskan apakah mereka cukup populer, apa mereka cukup menarik dan menyenangkan, dan apa mereka menyinggung temannya.


Tip: Pastikan anak Anda memiliki teman dekat yang benar-benar dapat memberi dukungan dan interaksi, bukan hanya 1000 teman di Facebook yang tak ada wujud nyatanya. Beritahu dia perbedaan antara teman sekolah, teman di dunia maya, dan sahabat. Tambahkan bahwa ia sebaiknya memupuk pertemanan yang baik.



2. Sekolah


Walaupun para remaja stres tentang pekerjaan rumah, ujian, dan guru-guru di sekolah, bagian yang paling membuat stres adalah melakukan hal terbaik yang bisa ia lakukan, mengambil pelajaran yang tepat, dan mengembangkan kemampuan atau bakatnya.


Tip: Ajak anak untuk memperhatikan nilai akademisnya bersama-sama dengan Anda. Ia akan menjadi murid seperti apa? Berapa nilai minimal yang harus dicapainya untuk mewujudkan masa depan yang dia inginkan? Bantulah dia membuat tujuan dan batasan yang jelas, serta bimbinglah mengarahkan langkah yang harus ditempuhnya.



3. Masa Depan


Para remaja biasanya cukup bimbang dengan masa depannya. Mereka tak memahami akan jadi seperti apa masa depan mereka dan bahkan beberapa remaja tidak yakin bagaimana untuk mempersiapkannya.


Tip: Bimbingan sangatlah diperlukan saat usia labil. Tekanan yang dirasakan para remaja mungkin akan berkurang jika ia memiliki seseorang yang sukses sehingga dapat memotivasinya di bidang yang ia minati. Bila anak Anda belum bisa menentukan pilihan, carilah orang yang dapat menuntunnya, seperti bibi, paman, saudara sepupu, dan tentunya Anda sebagai orangtua.



4. Keuangan


Kriris ekonomi yang melanda telah membangkitkan kesadaran remaja terhadap kondisi keuangan keluarga mereka, yang tentunya berkenaan dengan masa depannya. Banyak remaja yang berusaha mencari pekerjaan sambilan untuk dapat menghidupi diri mereka sendiri. Selain itu, dengan berkembangnya film-film materialistis (seperti Gossip Girl), remaja putri takut tak bisa mengimbangi pola hidup seperti teman-temannya.


Tip: Mulailah ajari anak Anda bagaimana mengelola uang dengan baik. Hal ini akan mengurangi beban pikirannya. Lalu, untuk pembelanjaan, pastikan ia tak akan lepas kontrol. Jika memberi kartu kredit, pilih yang berlimit, sehingga tak akan terjadi overspending.



5. Percintaan


Banyak cara yang dilakukan remaja untuk mengekspresikan kegelisahan cinta yang dialaminya. Beberapa penasaran bagaimana rasanya dan apakah mereka akan merasakannya. Sebagian remaja akan mempertanyakan cinta orangtua mereka ketika mereka dihukum. Sedangkan yang lain akan menuntut lebih banyak cinta.


Tip: Orangtua selalu berpikir bahwa anak mereka tahu seberapa besar mereka mencintainya. Namun, tidak selamanya hal tersebut benar. Orangtua bukan hanya harus mengatakan ia menyayangi anaknya, tetapi juga harus menjelaskan apakah arti cinta atau sayang tersebut. Beritahu juga bahwa menyayangi pacar tidak selalu melibatkan kontak fisik. Pengetahuan tersebut akan membantu mereka merasa aman dan merasa diperhatikan. ( kaskus.us )

15.59 | 0 komentar | Read More

Membentuk Karakter Anak Melalui Olahraga

Written By Forum Anak Pati on 13.12.11 | 18.55


Olahraga adalah bentuk kegiatan untuk melatih tubuh seseorang atau jasmani dan rohani seseorang. Mungkin kita masih ingat akan falsafah olahraga yang tak asing lagi yaitu didalam tubuh yang kuat akan terdapat jiwa yang sehat pula. Melalui aktivitas olahraga kita banyak mendapatkan hal-hal yang positif. Olahraga bukan sekedar kegiatan yang berorientasi kepada faktor fisik belaka, karena dengan olahraga juga dapat melatih sikap dan mental kita.

Aktivitas olahraga sebaiknya juga kita tekankan kepada anak-anak. Banyak hal yang kita dapatkan seandainya anak-anak kita dapat melakukan aktivitas olahraga, apalagi jika si anak memiliki hoby dan bakat khusus dibidang olahraga tertentu. Apa yang menjadi hoby dan bakat anak, peran orang tua tinggal memberikan arahan dan dorongan saja. Sudah barang tentu orang tua juga dituntut untuk memberikan fasilitas atau alat-alat yang dibutuhkan seorang anak untuk melakukan aktivitas tersebut Terlebih lagi jika aktivitas olahraga anak bukan sekedar untuk hoby saja, namun lebih mengarah kepada prestasi. Perhatian dan dukungan sangat dibutuhkan oleh seorang anak.

Beberapa alasan perlunya anak-anak untuk memiliki aktivitas dalam bidang olahraga diantaranya adalah bahwa pada masa anak-anak mempunyai kecenderungan senang terhadap berbagai macam permainan. Oleh karenanya orang tua dapat mengarahkan dan memberikan pilihan-pilihan bentuk permainan yang ada di aktivitas olahraga, syukur jika kita dapat memasukkan anak dalam klub tertentu. Misalnya sepakbola, tenis lapangan atau bulutangkis dan olahraga lain yang mendukung. Cara-cara ini akan mendidik dan melatih anak untuk bersosialisasi, saling menghargai dan kerjasama dengan teman-teman se-klub dengan bimbingan pelatih.

Selain itu melalui latihan-latihan yang rutin anak juga dididik untuk melakukan program pembiasaan yaitu saling berjabat tangan pada saat memulai dan mengakhiri latihan, baik dengan teman, orang tua serta dengan semua yang hadir di tempat latihan. Pembiasaan lain adalah melatih kedisiplinan anak untuk menghargai waktu, jika ada diantara anak yang datang tidak tepat waktu tanpa alasan yang jelas, maka anak diberikan punishment atau hukuman yang bersifat positif. Bentuk-bentuk hukuman seperti lari mengelilingi lapangan dan push up atau sejenisnya adalah hal yang biasa dalam dunia olahraga. Self-diciplin diharapkan dapat terbentuk.


Hal lain yang dapat kita peroleh dari aktivitas olahraga adalah melatih anak untuk memiliki semangat juang yang tinggi baik pada saat latihan ataupun pada saat menghadapi pertandingan-pertandingan yang resmi. Nilai-nilai mental lain juga terbentuk, mengakui kemenangan orang lain dan menerima kekalahan adalah bentuk penanaman nilai berupa penghargaan dan nilai keadilan. Pendek kata, banyak karakter positif anak yang dapat terbentuk dari aktivitas olahraga ini. Melalui olahraga anak akan memiliki tanggungjawab, rasa hormat dan memiliki kepedulian dengan sesama. Nilai-nilai ketekunan, kejujuran dan keberanian juga dapat diperoleh dari aktivitas olahraga dan tentu masih banyak lainnya.

Sumber: http://www1.patikab.go.id

18.55 | 0 komentar | Read More

Don't forget ..."Sarapan"

Written By Forum Anak Pati on 19.7.11 | 07.16


Sering kita mengabaikan sarapan. Kadang-kadang karena kesibukan atau mengejar waktu, sarapan pun menjadi terabaikan. Masih banyak alasan lain kita memulai hari dengan tidak sarapan atau beranggapan sarapan itu tidak penting.

Sarapan adalah makanan yang kita santap pada pagi hari. Waktu sarapan, biasanya dimulai dari pukul 06.00 pagi sampai pukul 10.00 pagi. Sarapan merupakan waktu penting yang sangat dianjurkan untuk dipenuhi karena alasan kesehatan.

Manfaat

Ternyata sarapan itu memiliki banyak manfaat. Nah, berikut manfaat yang kita dapat jika rutin sarapan.

• Membantu mencukupi zat gizi yang dibutuhkan tubuh.

• Memberikan nutrisi pada otak. Dengan begitu, kita bisa berprestasi lebih baik di sekolah daripada anak yang tidak sarapan.

• Meningkatkan energi dalam tubuh agar kita bisa beraktivitas atau belajar dan bekerja dengan baik. • Membuat kita lebih bersemangat dan tidak akan merasa lesu.

• Mengendalikan berat badan dan terhindar dari obesitas.

Menu Sarapan Sehat

Makanan yang dianjurkan untuk sarapan adalah menu yang cukup gizinya. Menu ini tentunya yang sesuai dengan empat sehat lima sempurna. Di antara menu itu, ada makanan yang mengandung karbohidrat dan protein. Biasanya kandungan itu terdapat pada susu dan sereal.

Agar tidak bosan, pilihlah menu sarapan yang praktis dan beragam dari berbagai jenis bahan makanan. Saat sarapan, kita pun tak harus mengonsumsi makanan dengan menu lengkap dan porsi yang berlebih. Jumlah makanan yang dikonsumsi ketika sarapan kurang lebih 1/3 dari makanan dalam sehari. Berikut ini, BERANI memberikan pilihan lain menu sarapan yang sehat.

• Sereal berserat tinggi yang mengandung 6 gram serat per porsi dan rendah gula.

• Roti yang terbuat dari gandum.

• Minum jus buah.

• Kentang.

• Mi.

• Susu hasil olahan (yoghurt).

• Hindari makan telur.

• Jika mau makan nasi, usahakan untuk mengonsumsi nasi merah.

• Usahakan jangan mengonsumsi makanan yang berminyak.

Alasan Orang Tidak Sarapan

• Diburu waktu karena takut terlambat pergi ke sekolah atau kantor.

• Takut gemuk.

• Tidak biasa makan pagi. Ada sebagian orang yang merasa mual atau sakit perut jika makan di pagi hari.

• Bosan atau tidak berselera untuk menyantap sarapan. Untuk membangkitkan selera, mintalah ibumu untuk membuatkan menu yang bervariasi.


by:Eva
07.16 | 0 komentar | Read More

Manifestasi klinis dan Diagnosis HIV pada Anak


Oleh : Dr Widodo Judarwanto SpA

PENDAHULUAN

Infeksi HIV/AIDS (Human Immunodeficiency Virus/Acquired Immune Deficiency Syndrome) pertama kali dilaporkan di Amerika pada tahun 1981 pada orang dewasa homoseksual, sedangkan pada anak tahun 1983. Enam tahun kemudian (1989), AIDS sudah merupakan penyakit yang mengancam kesehatan anak di Amerika. Di seluruh dunia, AIDS menyebabkan kematian pada lebih dari 8,000 orang setiap hari saat ini, yang berarti 1 orang setiap 10 detik. Karena itu infeksi HIV dianggap sebagai penyebab kematian tertinggi akibat satu jenis agen infeksius.
AIDS pada anak pertama kali dilaporkan oleh Oleske, Rubinstein dan Amman pada tahun 1983 di Amerika Serikat. Sejak itu laporan jumlah AIDS pada anak di Amerika makin lama makin meningkat. Pada bulan Desember 1989 di Amerika telah dilaporkan 1995 anak yang berumur kurang dari 13 tahun yang menderita AIDS dan pada bulan Maret 1993 terdapat 4.480 kasus. Jumlah ini merupakan l,5 % dari seluruh jumlah kasus AIDS yang dilaporkan di Amerika. Di Eropa sampai tahun 1988 terdapat 356 anak dengan AIDS. Kasus infeksi HIV terbanyak pada orang dewasa maupun anak-anak tertinggi di dunia adalah di Afrika terutama negara-negara Afrika Sub-Sahara.

Sejak dimulainya epidemi HIV, AIDS telah mematikan lebih dari 25 juta orang; lebih dari 14 juta anak kehilangan salah satu atau kedua orang tuanya akibat AIDS. Setiap tahun diperkirakan 3 juta orang meninggal karena AIDS; 500,000 diantaranya adalah anak di bawah umur 15 tahun. Setiap tahun pula terjadi infeksi baru pada 5 juta orang terutama di negara terbelakang dan berkembang; 700,000 diantaranya terjadi pada anak-anak. Dengan angka transmisi sebesar ini maka dari 37.8 juta orang pengidap infeksi HIV/AIDS pada tahun 2005, terdapat 2.1 juta anak-anak di bawah 15 tahun.

Infeksi HIV
Infeksi HIV adalah penyakit yang diakibatkan oleh infeksi virus HIV (Human Immunodeficiency Virus). AIDS adalah penyakit yang menunjukkan adanya sindrom defisiensi imun selular sebagai akibat infeksi HIV.
Cara paling efisien dan efektif untuk menanggulangi infeksi HIV pada anak secara universal adalah dengan mengurangi penularan dari ibu ke anaknya (mother-to-child transmission (MTCT). Namun demikian setiap hari terjadi 1800 infeksi baru pada anak umur kurang dari 15 tahun, 90% nya di negara berkembang atau terbelakang dan melalui penularan dari ibu ke anaknya. Upaya pencegahan transmisi HIV pada anak menurut WHO dilakukan melalui 4 strategi, yaitu mencegah penularan HIV pada wanita usia subur, mencegah kehamilan yang tidak direncanakan pada wanita HIV, mencegah penularan HIV dari ibu HIV hamil ke anak yang akan dilahirkannya dan memberikan dukungan, layanan dan perawatan berkesinambungan bagi pengidap HIV. Pemberian obat Anti Retroviral (ARV) untuk anak dan bayi yang terinfeksi karenanya menjadi satu jalan untuk menanggulangi pandemi HIV pada anak di samping upaya untuk mencegah penularan infeksi HIV pada anak dan bayi.
Penyebab penyakit AIDS adalah HIV yaitu virus yang tergolong ke dalam keluarga retrovirus subkelompok lentivirus, seperti virus Visna pada biri-biri, sapi, dan feline serta Simian Immunodeficiency Virus (SIV). Lentivirus mampu menyebabkan efek sitopatik yang singkat dan infeksi laten dalam jangka panjang, juga menyebabkan penyakit progresif dan fatal termasuk wasting syndrom dan degenerasi susunan saraf pusat.

Perjalanan penyakit HIV
Perkembangan penyakit AIDS tergantung dari kemampuan virus HIV untuk menghancurkan sistem imun pejamu dan ketidakmampuan sistem imun untuk menghancurkan HIV.
Penyakit HIV dimulai dengan infeksi akut yang tidak dapat diatasi sempurna oleh respons imun adaptif, dan berlanjut menjadi infeksi jaringan limfoid perifer yang kronik dan progresif. Perjalanan penyakit HIV dapat diikuti dengan memeriksa jumlah virus di plasma dan jumlah sel T CD4+ dalam darah. Infeksi primer HIV pada fetus dan neonatus terjadi pada situasi sistim imun imatur, sehingga penjelasan berikut merupakan ilustrasi patogenesis yang khas dapat diikuti pada orang dewasa.
Infeksi primer terjadi bila virion HIV dalam darah, semen, atau cairan tubuh lainnya dari seseorang masuk ke dalam sel orang lain melalui fusi yang diperantarai oleh reseptor gp120 atau gp41. Tergantung dari tempat masuknya virus, sel T CD4+ dan monosit di darah, atau sel T CD4+ dan makrofag di jaringan mukosa merupakan sel yang pertama terkena. Sel dendrit di epitel tempat masuknya virus akan menangkap virus kemudian bermigrasi ke kelenjar getah bening. Sel dendrit mengekspresikan protein yang berperan dalam pengikatan envelope HIV, sehingga sel dendrit berperan besar dalam penyebaran HIV ke jaringan limfoid. Di jaringan limfoid, sel dendrit dapat menularkan HIV ke sel T CD4+ melalui kontak langsung antar sel.
Beberapa hari setelah paparan pertama dengan HIV, replikasi virus dalam jumlah banyak dapat dideteksi di kelenjar getah bening. Replikasi ini menyebabkan viremia disertai dengan sindrom HIV akut (gejala dan tanda nonspesifik seperti infeksi virus lainnya). Virus menyebar ke seluruh tubuh dan menginfeksi sel T subset CD4 atau T helper, makrofag, dan sel dendrit di jaringan limfoid perifer. Setelah penyebaran infeksi HIV, terjadi respons imun adaptif baik humoral maupun selular terhadap antigen virus. Respons imun dapat mengontrol sebagian dari infeksi dan produksi virus, yang menyebabkan berkurangnya viremia dalam 12 minggu setelah paparan pertama.
Setelah infeksi akut, terjadilah fase kedua dimana kelenjar getah bening dan limpa menjadi tempat replikasi HIV dan destruksi sel. Pada tahap ini, sistem imun masih kompeten mengatasi infeksi mikroba oportunistik dan belum muncul manifestasi klinis infeksi HIV, sehingga fase ini disebut juga masa laten klinis (clinical latency period). Pada fase ini jumlah virus rendah dan sebagian besar sel T perifer tidak mengandung HIV. Kendati demikian, penghancuran sel T CD4+ dalam jaringan limfoid terus berlangsung dan jumlah sel T CD4+ yang bersirkulasi semakin berkurang. Lebih dari 90% sel T yang berjumlah 1012 terdapat dalam jaringan limfoid, dan HIV diperkirakan menghancurkan 1-2 x 109 sel T CD4+ per hari. Pada awal penyakit, tubuh dapat menggantikan sel T CD4+ yang hancur dengan yang baru. Namun setelah beberapa tahun, siklus infeksi virus, kematian sel T, dan infeksi baru berjalan terus sehingga akhirnya menyebabkan penurunan jumlah sel T CD4+ di jaringan limfoid dan sirkulasi.
Pada fase kronik progresif, pasien rentan terhadap infeksi lain, dan respons imun terhadap infeksi tersebut akan menstimulasi produksi HIV dan destruksi jaringan limfoid. Transkripsi gen HIV dapat ditingkatkan oleh stimulus yang mengaktivasi sel T, seperti antigen dan sitokin. Sitokin (misalnya TNF) yang diproduksi sistem imun alamiah sebagai respons terhadap infeksi mikroba, sangat efektif untuk memacu produksi HIV. Jadi, pada saat sistem imun berusaha menghancurkan mikroba lain, terjadi pula kerusakan terhadap sistem imun oleh HIV.
Penyakit HIV berjalan terus ke fase akhir dan letal yang disebut AIDS dimana terjadi destruksi seluruh jaringan limfoid perifer, jumlah sel T CD4+ dalam darah kurang dari 200 sel/mm3, dan viremia HIV meningkat drastis. Pasien AIDS menderita infeksi oportunistik, neoplasma, kaheksia (HIV wasting syndrome), gagal ginjal (nefropati HIV), dan degenerasi susunan saraf pusat (ensefalopati HIV).

MNAIFESTASI KLINIS

TANDA DAN GEJALA INFEKSI HIV DAN AIDS.
Fase penyakit
Manifestasi klinis
Penyakit HIV akut
Demam, sakit kepala, sakit tenggorokan dengan faringitis, limfadenopati generalisata, eritema
Masa laten klinis
Berkurangnya jumlah sel T CD4+
AIDS
Infeksi oportunistik
Protozoa (Pneumocystis carinii, Cryptosporidium)
Bakteri (Toxoplasma, Mycobacterium avium, Nocardia, Salmonella)
Jamur (Candida, Cryptococcus neoformans, Coccidioides immitis, Histoplasma capsulatum)
Virus (cytomegalovirus, herpes simplex, varicella-zoster)
Tumor
Limfoma (termasuk limfoma sel B yang berhubungan dengan EBV)
Sarkoma Kaposi
Karsinoma servikal
Ensefalopati
Wasting syndrome

MASA INKUBASI DAN PENULARAN
Masa inkubasi pada orang dewasa berkisar 3 bulan sampai terbentuknya antibodi anti HIV. Manifestasi klinis infeksi HIV dapat singkat maupun bertahun-tahun kemudian. Khusus pada bayi di bawah umur 1 tahun, diketahui bahwa viremia sudah dapat dideteksi pada bulan-bulan awal kehidupan dan tetap terdeteksi hingga usia 1 tahun. Manifestasi klinis infeksi oportunistik sudah dapat dilihat ketika usia 2 bulan.

Cara penularan HIV yang paling penting pada anak adalah dari ibu kandungnya yang sudah mengidap HIV baik saat sebelum dan sesudah kehamilan. Penularan lain yang juga penting adalah dari transfusi produk darah yang tercemar HIV, kontak seksual dini pada perlakuan salah seksual atau perkosaan anak oleh penderita HIV, prostitusi anak, dan sebab-sebab lain yang buktinya sangat sedikit.
Meskipun HIV dapat ditemukan pada cairan tubuh pengidap HIV seperti air ludah (saliva) dan air mata serta urin, namun ciuman, berenang di kolam renang atau kontak sosial seperti pelukan dan berjabatan tangan, serta dengan barang yang dipergunakan sehari-hari bukanlah merupakan cara untuk penularan. Oleh karena itu, seorang anak yang terinfeksi HIV tetapi belum memberikan gejala AIDS tidak perlu dikucilkan dari sekolah atau pergaulan.

Ibu hamil yang terinfeksi HIV dapat menularkan virus tersebut ke bayi yang dikandungnya. Cara transmisi ini dinamakan juga transmisi secara vertikal. Transmisi dapat terjadi melalui plasenta (intrauterin) intrapartum, yaitu pada waktu bayi terpapar dengan darah ibu atau sekret genitalia yang mengandung HIVselama proses kelahiran, dan post partum melalui ASI. Transmisi dapat terjadi pada 20-50% kasus.

Faktor prediktor penularan adalah stadium infeksi ibu, kadar Limfosit T CD4 dan jumlah virus pada tubuh ibu, penyakit koinfeksi hepatitis B, CMV atau penyakit menular seksual lain pada ibu, serta apakah ibu pengguna narkoba suntik sebelumnya dan tidak minum obat ARV selama hamil. Proses intrapartum yang sulit juga akan meningkatkan transmisi, yaitu lamanya ketuban pecah, persalinan per vaginam dan dilakukannya prosedur invasif pada bayi. Selain itu prematuritas akan meningkatkan angka transmisi HIV pada bayi.
HIV dapat diisolasi dari ASI pada ibu yang mengandung HIV di dalam tubuhnya baik dari cairan ASI maupun sel-sel yang berada dalam cairan ASI (limfosit, epitel duktus laktiferus). Risiko untuk tertular HIV melalui ASI adalah 11-29%. Bayi yang lahir dari ibu HIV (+) dan mendapat ASI tidak semuanya tertular HIV, dan hingga kini belum didapatkan jawaban pasti; tetapi diduga IgA yang terlarut berperan dalam proses pengurangan antigen. WHO menganjurkan untuk negara dengan angka kematian bayi tinggi dan akses terhadap pengganti air susu ibu rendah, pemberian ASI eksklusif sebagai pilihan cara nutrisi bagi bayi yang lahir dari ibu HIV (+). Transmisi melalui perawatan ibu ke bayinya belum pernah dilaporkan.

Penularan dapat terjadi melalui transfusi darah yang mengandung HIV atau produk darah yang berasal dari donor yang mengandung HIV. Dengan sudah dilakukannya skrining darah donor untuk HIV, maka transmisi melalui cara ini menjadi jauh berkurang.

Penularan melalui cara ini terutama ditemukan pada penyalahguna obat intravena yang menggunakan jarum suntik bersama. Sekali tertulari, maka seorang pengguna akan dapat menulari pasangannya melalui hubungan seksual. Untuk mengantisipasi tersebarnya aneka penyakit melalui cara ini, di banyak negara maju sudah dilakukan program harm reduction bagi pengguna narkoba dengan membagikan jarum suntik steril pada pemakai.

Penularan cara ini ditemukan pada anak remaja yang berganti-ganti pasangan seksual, atau korban perkosaan, atau prostitusi anak. Penderita AIDS yang berumur 20-an mendapat infeksi HIV pada masa remaja.

MANIFESTASI KLINIS

Manifestasi klinis infeksi HIV pada anak bervariasi dari asimtomatis sampai penyakit berat yang dinamakan AIDS. AIDS pada anak terutama terjadi pada umur muda karena sebagian besar (>80%) AIDS pada anak akibat transmisi vertikal dari ibu ke anak. Lima puluh persen kasus AIDS anak berumur <>

Gejala klinis yang terlihat adalah akibat adanya infeksi oleh mikroorganisme yang ada di lingkungan anak. Oleh karena itu, manifestasinya pun berupa manifestasi nonspesifik berupa gagal tumbuh, berat badan menurun, anemia, panas berulang, limfadenopati, dan hepatosplenomegali. Gejala yang menjurus kemungkinan adanya infeksi HIV adalah adanya infeksi oportunistik, yaitu infeksi dengan kuman, parasit, jamur, atau protozoa yang lazimnya tidak memberikan penyakit pada anak normal. Karena adanya penurunan fungsi imun, terutama imunitas selular, maka anak akan menjadi sakit bila terpajan pada organisme tersebut, yang biasanya lebih lama, lebih berat serta sering berulang. Penyakit tersebut antara lain kandidiasis mulut yang dapat menyebar ke esofagus, radang paru karena Pneumocystis carinii, radang paru karena mikobakterium atipik, atau toksoplasmosis otak. Bila anak terserang Mycobacterium tuberculosis, penyakitnya akan berjalan berat dengan kelainan luas pada paru dan otak. Anak sering juga menderita diare berulang.
Manifestasi klinis lainnya yang sering ditemukan pada anak adalah pneumonia interstisialis limfositik, yaitu kelainan yang mungkin langsung disebabkan oleh HIV pada jaringan paru. Manifestasi klinisnya berupa hipoksia, sesak napas, jari tabuh, dan limfadenopati. Secara radiologis terlihat adanya infiltrat retikulonodular difus bilateral, terkadang dengan adenopati di hilus dan mediastinum.
Manifestasi klinis yang lebih tragis adalah yang dinamakan ensefalopati kronik yang mengakibatkan hambatan perkembangan atau kemunduran ketrampilan motorik dan daya intelektual, sehingga terjadi retardasi mental dan motorik. Ensefalopati dapat merupakan manifestasi primer infeksi HIV. Otak menjadi atrofi dengan pelebaran ventrikel dan kadangkala terdapat kalsifikasi. Antigen HIV dapat ditemukan pada jaringan susunan saraf pusat atau cairan serebrospinal.

Stadium Klinis WHO untuk Bayi dan Anak yang Terinfeksi HIV a, b

Stadium klinis 1
Asimtomatik
Limfadenopati generalisata persisten

Stadium klinis 2
Hepatosplenomegali persisten yang tidak dapat dijelaskana
Erupsi pruritik papular
Infeksi virus wart luas
Angular cheilitis
Moluskum kontagiosum luas
Ulserasi oral berulang
Pembesaran kelenjar parotis persisten yang tidak dapat dijelaskan
Eritema ginggival lineal
Herpes zoster
Infeksi saluran napas atas kronik atau berulang (otitis media, otorrhoea, sinusitis, tonsillitis )
Infeksi kuku oleh fungus

Stadium klinis 3
Malnutrisi sedang yang tidak dapat dijelaskan, tidak berespons secara adekuat terhadap terapi standara
Diare persisten yang tidak dapat dijelaskan (14 hari atau lebih ) a
Demam persisten yang tidak dapat dijelaskan (lebih dari 37.5o C intermiten atau konstan, > 1 bulan) a
Kandidosis oral persisten (di luar saat 6- 8 minggu pertama kehidupan)
Oral hairy leukoplakia
Periodontitis/ginggivitis ulseratif nekrotikans akut
TB kelenjar
TB Paru
Pneumonia bakterial yang berat dan berulang
Pneumonistis interstitial limfoid simtomatik
Penyakit paru-berhubungan dengan HIV yang kronik termasuk bronkiektasis
Anemia yang tidak dapat dijelaskan (<8g/dl>

Stadium klinis 4b
Malnutrisi, wasting dan stunting berat yang tidak dapat dijelaskan dan tidak berespons terhadap terapi standara
Pneumonia pneumosistis
Infeksi bakterial berat yang berulang (misalnya empiema, piomiositis, infeksi tulang dan sendi, meningitis, kecuali pneumonia)
Infeksi herpes simplex kronik (orolabial atau kutaneus > 1 bulan atau viseralis di lokasi manapun)
TB ekstrapulmonar
Sarkoma Kaposi
Kandidiasis esofagus (atau trakea, bronkus, atau paru)
Toksoplasmosis susunan saraf pusat (di luar masa neonatus)
Ensefalopati HIV
Infeksi sitomegalovirus (CMV), retinitis atau infeksi CMV pada organ lain, dengan onset umur > 1bulan
Kriptokokosis ekstrapulmonar termasuk meningitis
Mikosis endemik diseminata (histoplasmosis, coccidiomycosis)
Kriptosporidiosis kronik (dengan diarea)
Isosporiasis kronik
Infeksi mikobakteria non-tuberkulosis diseminata
Kardiomiopati atau nefropati yang dihubungkan dengan HIV yang simtomatik
Limfoma sel B non-Hodgkin atau limfoma serebral
Progressive multifocal leukoencephalopathy
Catatan:
a. Tidak dapat dijelaskan ebrarti kondisi tersebut tidak dapat dibuktikan oleh sebab yang lain
b. Beberapa kondisi khas regional seperti Penisiliosis dapat disertakan pada kategori ini

PEMERIKSAAN LABORATORIUM
Pemeriksaan assay antibodi dapat mendeteksi antibodi terhadap HIV. Tetapi karena antibodi anti HIV maternal ditransfer secara pasif selama kehamilan dan dapat dideteksi hingga usia anak 18 bulan, maka adanya hasil antibodi yang positif pada anak kurang dari 18 bulan tidak serta merta menjadikan seorang anak pasti terinfeksi HIV. Karenanya diperlukan uji laboratorik yang mampu mendeteksi virus atau komponennya seperti:
assay untuk mendeteksi DNA HIV dari plasma
assay untuk mendeteksi RNA HIV dari plasma
assay untuk mendeteksi antigen p24 Immune Complex Dissociated (ICD)

Teknologi uji virologi masih dianggap mahal dan kompleks untuk negara berkembang. Real time PCR(RT-PCR) mampu mendeteksi RNA dan DNA HIV, dan saat ini sudah dipasarkan dengan harga yang jauh lebih murah dari sebelumnya. Assay ICD p24 yang sudah dikembangkan hingga generasi keempat masih dapat dipergunakan secara terbatas. Evaluasi dan pemantauan kualitas uji laboratorium harus terus dilakukan untuk kepastian program. Selain sampel darah lengkap (whole blood) yang sulit diambil pada bayi kecil, saat ini juga telah dikembangkan di negara tertentu penggunaan dried blood spots (DBS) pada kertas saring tertentu untuk uji DNA maupun RNA HIV. Tetapi uji ini belum dipergunakan secara luas, masih terbatas pada penelitian.
Meskipun uji deteksi antibodi tidak dapat digunakan untuk menegakkan diagnosis definitif HIV pada anak yang berumur kurang dari 18 bulan, antibodi HIV dapat digunakan untuk mengeksklusi infeksi HIV, paling dini pada usia 9 sampai 12 bulan pada bayi yang tidak mendapat ASI atau yang sudah dihentikan pemberian ASI sekurang-kurangnya 6 minggu sebelum dilakukannya uji antibodi. Dasarnya adalah antibodi maternal akan sudah menghilang dari tubuh anak pada usia 12 bulan.
Pada anak yang berumur lebih dari 18 bulan uji antibodi termasuk uji cepat (rapid test) dapat digunakan untuk mendiagnosis infeksi HIV sama seperti orang dewasa.
Pemeriksaan laboratorium lain bersifat melengkapi informasi dan membantu dalam penentuan stadium serta pemilihan obat ARV. Pada pemeriksaan darah tepi dapat dijumpai anemia, leukositopenia, limfopenia, dan trombositopenia. Hal ini dapat disebabkan oleh efek langsung HIV pada sel asal, adanya pembentukan autoantibodi terhadap sel asal, atau akibat infeksi oportunistik.
Jumlah limfosit CD4 menurun dan CD8 meningkat sehingga rasio CD4/CD8 menurun. Fungsi sel T menurun, dapat dilihat dari menurunnya respons proliferatif sel T terhadap antigen atau mitogen. Secara in vivo, menurunnya fungsi sel T ini dapat pula dilihat dari adanya anergi kulit terhadap antigen yang menimbulkan hipersensitivitas tipe lambat. Kadar imunoglobulin meningkat secara poliklonal. Tetapi meskipun terdapat hipergamaglobulinemia, respons antibodi spesifik terhadap antigen baru, seperti respons terhadap vaksinasi difteri, tetanus, atau hepatitis B menurun.

DIAGNOSIS

Anak yang berumur kurang dari 18 bulan
Diagnosis definitif laboratoris infeksi HIV pada anak yang berumur kurang dari 18 bulan hanya dapat ditegakkan melalui uji virologik. Hasil yang positif memastikan terdapat infeksi HIV. Tetapi bila akses untuk uji virologik ini terbatas, WHO menganjurkan untuk dilakukan pada usia 6-8 minggu, dimana bayi yang tertular in utero, maupun intra partum dapat tercakup.
Uji virologik yang dilakukan pada usia 48 jam dapat mengidentifikasi bayi yang tertular in utero, tetapi sensitivitasnya masih sekitar 48%. Bila dilakukan pada usia 4 minggu maka sensitivitasnya naik menjadi 98%.
Satu hasil positif uji virologik pada usia berapa pun dianggap diagnostik pasti. Meskipun demikian tetap direkomendasikan untuk melakukan uji ulang pada sampel darah yang berbeda. Bila tidak mungkin dilakukan dua kali maka harus dipastikan kehandalan laboratorium penguji.
Pada anak yang didiagnosis infeksi HIV hanya dengan satu kali pemeriksaan virologik yang positif, harus dilakukan uji antibodi anti HIV pada usia lebih dari 18 bulan.

Diagnosis infeksi HIV pada bayi yang mendapat ASI
Bila seorang bayi yang terpapar infeksi HIV mendapat ASI, ia akan terus berisiko tertulari HIV selama masa pemberian ASI; karenanya uji virologik negatif pada bayi yang terus mendapat ASI tidak menyingkirkan kemungkinan infeksi HIV. Dianjurkan uji virologik dilakukan setelah bayi tidak lagi mendapat ASI selama minimal 6 minggu. Bila saat itu bayi sudah berumur 9-18 bulan saat pemberian ASI dihentikan, uji antibodi dapat dilakukan sebelum uji virologik, karena secara praktis uji antibodi jauh lebih murah. Bila hasil uji antibodi positif, maka pemeriksaan uji virologik diperlukan untuk mendiagnosis pasti, meskipun waktu yang pasti anak-anak membuat antibodi anti HIV pada yang terinfeksi post partum belum diketahui.

Bila uji virologik tidak dapat dilakukan tetapi ada tempat yang mampu memeriksa, semua bayi kurang dari 12 bulan yang terpapar HIV dan menunjukkan gejala dan tanda infeksi HIV harus dirujuk untuk uji virologik. Hasil yang positif pada stadium apapun menunjukkan positif infeksi HIV.

Pada usia 12 bulan, sebagian besar bayi yang terpapar HIV sudah tidak lagi memiliki antibodi maternal. Hasil uji antibodi yang positif pada usia ini dapat dianggap indikasi tertular (94.5% seroreversi pada usia 12 bulan; Spesifisitas 96%) dan harus diulang pada usia 18 bulan.

Secara umum waktu pendeteksian tidak berbeda, assay DNA dapat mulai diperiksa pada usia 48 jam. Pemakaian ARV pada ibu dan bayinya untuk PMTCT tidak akan mempengaruhi hasilnya. DNA HIV akan tetap terdeteksi pada sel mononuklear darah tepi anak yang terinfeksi HIV dan sudah mendapat ARV meskipun hasil assay RNA HIVnya tidak terdeteksi.
Sampai saat ini belum ada data pasti apakah sensitivitas RNA HIV atau assay antigen ICD p24 dipengaruhi oleh profilaksis ARV pada ibu dan bayi. WHO menyatakan bahwa pemeriksaan RNA tidak berbeda dengan DNA, dalam hal sensitivitas dan spesifisitas, pada bayi yang lahir mendapat ARV.

Diagnosis infeksi bila ibu minum ARV
Belum diketahui apakah pemakaian ARV pada ibu yang menyusui bayinya dapat mempengaruhi deteksi RNA HIV atau p24 pada bayi, meskipun sudah dibuktikan uji DNA HIV tidak terpengaruh.

Anak yang berumur lebih dari 18 bulan
Diagnosis definitif infeksi HIV pada anak yang berumur lebih dari 18 bulan (apakah paparannya diketahui atau tidak) dapat menggunakan uji antibodi, sesuai proses diagnosis pada orang dewasa. Konfirmasi hasil yang positif harus mengikuti algoritme standar nasional, paling tidak menggunakan reagen uji antibodi yang berbeda.

Tidak ada algoritme diagnosis klinis tunggal yang terbukti sangat sensitif atau spesifik untuk mendiagnosis HIV. Akurasi diagnosis berdasarkan algoritme klinis jarang yang mencapai sensitifitas 70% dan bervariasi menurut umur; bahkan tidak dapat diandalkan unutk mendiagnosis infeksi HIV pada bayi yang berumur kurang dari 12 bulan. Uji antibodi anti HIV (dapat berupa rapid test) dan peningkatan akses untuk uji virologik dini dapat membantu dokter membuat algoritme diagnostik yang lebih baik. Dalam situasi sulit diperbolehkan menggunakan dasar klinis untuk memulai pengobatan ARV pada anak kurang dari 18 bulan dan terpapar HIV yang berada dalam kondisi sakit berat. Penegakan diagnosis berdasarkan gejala klinis yang dikombinasikan dengan pemeriksaan CD4 atau parameter lain saat ini belum terbukti sebagai alat diagnosis infeksi HIV.
Untuk bayi dan anak berumur kurang dari 18 bulan yang berada di tempat dimana uji virologik tidak mungkin dilakukan, terdapat gejala yang sugestif infeksi HIV, diagnosis presumtif ineksi HIV secara klinis dapat dibuat. Diagnosis infeksi ini dapat menjadi dasar untuk menilai apakah diperlukan pemberian ARV segera.

Pada anak yang berumur lebih dari 18 bulan dengan gejala dan tanda sugestif infeksi HIV, dapat digunakan pemeriksaan antibodi untuk menegakkan diagnosis. Diagnosis presumtif pada kondisi ini tidak dianjurkan karena pemeriksaan antibodi saja dapat digunakan untuk menegakkan diagnosis. Beberapa kondisi seperti pneumonia pneumositis, kandidiasis esofagus, meningitis kriptokokus jarang terjadi pada anak yang tidak terinfeksi HIV. Karenanya kondisi klinis seperti ini menjadi faktor penentu untuk pemeriksaan antibodi anti HIV.

Metode yang direkomendasikan untuk mendiagnosis infeksi HIV pada bayi dan anak
Metode
Rekomendasi
Tingkat rekomendasi/bukti
Uji virologik( DNA, RNA, ICD)
Untuk mendiagnosis infeksi pada bayi < 18 bulan ; uji inisial direkomendasi mulai umur 6-8 minggu
A(I)
Uji antibodi anti HIV
Untuk mendiagnosis infeksi HIV pada ibu atau identifikasi paparan pada bayi
A(I)

A(IV)

Untuk mendiagnosis infeksi pada anak > 18 bulan
Untuk mengidentifikasi infeksi HIV pada umur < 18 bulan dengan kemungkinan besar HIV positif*
* Anak kurang dari 18 bulan dengan hasil uji antibodi positif termasuk di antaranya adalah anak yang benar-benar terinfeksi, dan anak yang tidak terinfeksi tetapi masih membawa antibodi maternal.

DAFTAR PUSTAKA


Centers for Disease Control and Prevention. 1994 Revised classification system for human immunodeficiency virus infection in children less than 13 years of age; Official authorized addenda: human immunodeficiency virus infection codes and official guidelines for coding and reporting ICD-9-CM. MMWR 1994;43(No.RR-12):1-10
World Health Organization. Paediatric HIV and treatment of children living with HIV. Available at http://www.who.int/hiv/paediatric/en/index.html. Accessed 2006.
World Health Organization. The World Health Report: Global Health–today’s challenges. Available at http://www.who.int/whr/2003/en/Chapter1.pdf. Accessed 2005.
Epocrates. Drug Information. Epocrates Online. Available at http://www.epocrates.com/. Accessed 2007.
Kovacs A, Scott GB. Advances in the management and care of HIV-positive newborns and infants. In: Pizzo PA, Wilfert CM. Pediatric AIDS: The Challenge of HIV Infection in Infants, Children, and Adolescents. 3rd ed. Philadelphia, Pa: Lippincott Williams & Wilkins; 1998:567-92.
Laude TA. Manifestations of HIV disease in children. Clin Dermatol. Jul-Aug 2000;18(4):457-67. Layton TL, Davis-McFarland E. Pediatric human immunodeficiency virus and acquired immunodeficiency syndrome: an overview. Semin Speech Lang. 2000;21(1):7-17.
Nesheim S, Palumbo P, Sullivan K, Lee F, Vink P, Abrams E, Bulterys M. Quantitative RNA testing for diagnosis of HIV-Infected infants. J Acquir Immune Defic Syndr
Wade AM, Ades AE. Age-related reference ranges: significance tests for models and confidence intervals for centiles. Stat Med. 1994 Nov 30;13(22):2359-67.
Shearer WT, Rosenblatt HM, Gelman RS, Oyomopito R, Plaeger S, Stiehm ER, et al. Lymphocyte subsets in healthy children from birth through 18 years of age: the Pediatric AIDS Clinical Trials Group P1009 study. J Allergy Clin Immunol. 2003 Nov;112(5):973-80.

04.46 | 0 komentar | Read More

100 Tokoh Paling Berpengaruh di Dunia : Biografi Lengkap



The 100 merupakan buku karya Michael H. Hart yang diterbitkan pada tahun 1978. Buku ini memuat 100 tokoh yang ia rasa memiliki pengaruh terkuat dalam sejarah manusia. Bukunya secara hangat diperdebatkan, konsep bukunya secara luas ditiru. Penting untuk dicatat bahwa Dr. Hart tidak memasukkan orang terbesar. Kriterianya ialah yang berpengaruh. Nabi Muhammad Saw adalah orang ke-1 dalam buku 100 orang yang paling sejarah karena Nabi Muhammad waktu itu menuju jalan cahaya.

Michael H. Hart telah bekerja pada NASA dan guru besar astronomi dan fisika perguruan tinggi di Maryland, Amerika Serikat. Ia sarjana fisika, astronomi, dan hukum dan pengarang buku laris, 100 Tokoh yang Paling Berpengaruh dalam Sejarah, yang telah diterjemahkan dalam sejumlah bahasa, termasuk Tionghoa. Dan lagi, ia telah menulis dan menerbitkan secara luas dalam bermacam bidang teknis. Ia juga kembali bersama mempersiapkan buku, di Luar Bumi, di Manakah Mereka? dan merupakan pengarang Sebuah Pandangan dari Tahun 3000. Hart lahir 28 April 1932, terlahir sebagai seorang yahudi.

Buku ini dicetak kembali pada 1992 dengan beberapa revisi nyata terhadap daftar urutan 100 dan pangkat luar biasa mereka. Terutama di antara revisi itu ialah penurunan pangkat tokoh komunis seperti Lenin dan Joseph Stalin, dan pengenalan Mikhail Sergeyevich Gorbachev. Edisi ini juga memuat Edward de Vere menggantikan William Shakespeare. Hart menggantikan Niels Henrik David Bohr dan Antoine Henri Becquerel dengan Ernest Rutherford, juga membetulkan kesalahan dalam edisi pertama. Henry Ford juga dimasukkan di sini dari yang sekedar “Tokoh-tokoh Terhormat”, menggantikan Pablo Picasso. Akhirnya, urutan itu ditata kembali.

Bukunya secara hangat diperdebatkan konsep bukunya secara luas ditiru. Penting untuk dicatat bahwa Dr. Hart tak memasukkan orang terbesar. Kriterianya ialah berpengaruh. Buku ini dicetak kembali pada 1992 dengan beberapa revisi nyata terhadap daftar urutan 100 dan pangkat luar biasa mereka. Terutama di antara revisi itu ialah penurunan pangkat tokoh komunis seperti Lenin dan Joseph Stalin, dan pengenalan Mikhail Sergeyevich Gorbachev. Edisi ini juga memuat Edward de Vere menggantikan William Shakespeare. Hart menggantikan Niels Henrik David Bohr dan Antoine Henri Becquerel dengan Ernest Rutherford, juga membetulkan kesalahan dalam edisi pertama. Henry Ford juga dimasukkan di sini dari yang sekedar Tokoh-tokoh Terhormat, menggantikan Pablo Picasso. Akhirnya, urutan itu ditata kembali. Seratus tokoh ini adalah manusia yang paling berpengaruh di muka bumi dan akan menentukan kehidupan manusia di masa depan dengan baik.

Hart menyusun daftar urut (peringkat) seratus tokoh dengan argumentasi yang meyakinkan, tetapi juga mengundang perdebatan. Apa alasan Hart menempatkan Nabi Muhammad pada peringkat pertama? Mengapa pula Nabi Isa menempati peringkat ke-3, sedangkan Isaac Newton peringkat ke-2, John F. Kennedy termasuk ke dalam seratus tokoh, tetapi mengapa Mahatma Gandhi tidak? Siapa yang lebih berpengaruh, Karl Marx atau Kong Hu-Cu? `Umar bin Khattab atau Alexander yang Agung?

Dalam situs Koran Anak Indonesia akan menampilkan semua profil ke 100 tokoh pilihan Mihael Hart tersebut dalam ilustrasi kata dan gambar yang menarik.

100 Tokoh Paling Berpengaruh Dalam Sejarah Manusia adalah

  1. Nabi Muhammad SAW, Manusia Paling Berpengaruh Sepanjang Sejarah Manusia. Penyebar agama Islam, penguasa Arabia, mempunyai karir politik dan keagamaan yang luar biasa, namun tetap seimbang dan serasi, mengakibatkan Nabi Muhammad memiliki banyak pengikut, dan juga menjadi panutan seluruh masyarakat dunia hingga saat ini.
  2. Sir Isaac Newton, Ilmuwan Paling Berpengaruh Bagi Manusia
  3. Nabi Isa atau Yesus, Pemimpin Umat Yang Paling Berpengaruh Dalam Peradaban Manusia
  4. Siddhartha Gautama (Buddha): Pendiri agama Buddha
  5. Kong Hu Cu: Pendiri agama Kong Hu Cu
  6. Santo Paulus: Penyebar ajaran Kristen
  7. Ts’ai Lun: Penemu kertas
  8. Johann Gutenberg: Mengembangkan mesin cetak, mencetak Alkitab
  9. Christopher Columbus: Penjelajah, memimpin orang-orang Eropa ke Amerika
  10. Albert Einstein: Fisikawan, penemu Teori Relativitas
  11. Louis Pasteur: Ilmuwan, penemu Pasteurisasi
  12. Galileo Galilei: Astronom, secara akurat mengemukakan teori Heliosentris
  13. Aristoteles: Filsuf Yunani yang berpengaruh
  14. Euclides: Matematikawan, membuktikan tentang Geometri
  15. Nabi Musa: Nabi terbesar Yahudi
  16. Charles Robert Darwin: Biologis, mendeskripsikan teori Evolusi
  17. Qin Shi Huang, Kaisar Paling Berpengaruh Yang Mempersatukan Tiongkok
  18. Augustus Caesar (Kaisar Agustus): Kaisar pertama [Kekaisaran Romawi]
  19. Nicolaus Copernicus: Astronom, salah satu tokoh Teori Heliosentris
  20. Antoine Laurent Lavoisier: Bapak Kimia modern, Filsuf dan Ekonom
  21. Constantine yang Agung: Kaisar Romawi yang menjadikan agama Kristen sebagai agama resmi negara
  22. James Watt: Mengembangkan Mesin uap
  23. Michael Faraday: Fisikawan, Kimiawan, menemukan Induksi Elektromagnetik
  24. James Clerk Maxwell: Fisikawan, penemu Spektrum Elektromagnetik
  25. Martin Luther: Pendiri agama Protestan dan aliran Lutheran
  26. George Washington: Presiden pertama Amerika Serikat
  27. Karl Heinrich Marx: Bapak Komunisme
  28. Orville Wright dan Wilbur Wright: Penemu Pesawat terbang
  29. Genghis Khan: Penakluk dari bangsa Mongol
  30. Adam Smith: Ekonom, pelopor Kapitalisme
  31. Edward de Vere, 17th Earl of Oxford: Kemungkinan menulis karya yang berkaitan dengan William Shakespeare
  32. John Dalton: Kimiawan, Fisikawan, penemu Teori Atom, Hukum Tekanan Parsial (Hukum Dalton)
  33. Alexander yang Agung / Iskandar Zulkarnain: Penakluk dari Makedonia
  34. Kaisar Napoleon Bonaparte: Penakluk dari bangsa Perancis
  35. Thomas Alva Edison: Penemu bola lampu dan Fonograf, dll.
  36. Antony van Leeuwenhoek: Ahli Mikroskop, mempelajari kehidupan mikroskopis
  37. William Thomas Green Morton: Pelopor Anestesiologi
  38. Guglielmo Marconi: Penemu Radio
  39. Adolf Hitler: Penakluk, memimpin Blok Poros dalam Perang Dunia II
  40. Plato: Filsuf Yunani
  41. Oliver Cromwell: Politikus Inggris dan pemimpin militer
  42. Alexander Graham Bell: Salah seorang penemu Telepon
  43. Alexander Fleming: Penemu Penisilin, memajukan Bakteriologi, Imunologi dan Kemoterapi
  44. John Locke: Filsuf dan Teolog liberal
  45. Ludwig van Beethove: Komponis musik klasik
  46. Werner Karl Heisenberg: Pencetus Prinsip Ketidakpastian
  47. Louis-Jacques-Mandé Daguerre: Penemu/pelopor Fotografi
  48. Simon Bolivar: Pahlawan nasional dari Venezuela, Kolombia, Ekuador, Peru, dan Bolivia
  49. René Descartes: Filsuf Rasionalis dan matematikawan
  50. Umar bin al-Khattab: Khalifah Ar-Rasyidin kedua, memperluas Daulah Khilafah Islamiyah. Penerus cita-cita Nabi Muhammad SAW.
  51. Paus Urbanus II: Penyeru Perang Salib
  52. Michelangelo Buonarroti: Pelukis, pematung, arsitek
  53. Asoka, Kaisar Budha Yang Bersinar Terang Raja IOndioa yang mengembangkan agama budha
  54. Aurelius Agustinus, Tokoh Pembaharuan Kekristenan Barat
  55. William Harvey, Dokter Penemu Sistem Peredaran Darah Tubuh
  56. Ernest Rutherford, Fisikawan Peneliti Atom
  57. John Calvin, Tokoh Reformasi Gereja dan Teologi Kristen Calvinisme
  58. Gregor Johann Mendel, Penemu Ilmu Genetika
  59. Max Karl Ernst Ludwig Planck , Penemu Teori Kuantum dan Thermodinamika
  60. Joseph Lister, Dokter Bedah Penemu Sterilisasi Pre Operasi
  61. Nikolaus Otto, Penemu Mesin Pembakaran 4 Tak
  62. Francisco Pizarro, Penemu Samudera Pasifik
  63. Hernán Cortés, Conquistador Spanyol Penakluk Meksiko
  64. Thomas Jefferson, Bapak Pendiri Amerika
  65. Ratu Isabella I: Penguasa Spanyol, penyokong Cristopher Colombus
  66. Josef Stalin, Pemimpin Komunis Uni Sovyet Yang Lalim
  67. Julius Caesar, Pemimpin Roma Terbesar
  68. William sang Penakluk, Pelopor Pembangunan Inggris Modern
  69. Sigmund Freud, Penemu Teori Psikoanalisis
  70. Edward Jenner: Penemu vaksin cacar
  71. Wilhelm Conrad Roentgen: Penemu sinar X
  72. Johann Sebastian Bach, Jenius Komponis Dari Jerman
  73. Lao Tzu, Ahli filsafat Pendiri Taoisme
  74. François-Marie Arouet, Penulis dan Filsuf Berpengaruh
  75. Johannes Kepler, Astronom Teori Perputaran Planet
  76. Enrico Fermi, Penemu Teori Kuantum dan Reaktor Nuklir Pertama
  77. Leonhard Euler, Matematikawan Fisikawan Terbesar
  78. Jean-Jacques Rousseau, Filsuf dan Komposer Perancis Terbesar
  79. Niccolò Machiavelli, Tokoh Utama Realitas Teori Politik
  80. Thomas Malthus, Pakar demografi, ekonomi Politik Paling Berpengaruh
  81. John F Kennedy, Presiden Amerika Termuda Yang Luarbiasa
  82. Gregory Pincus, ahli Endokrin Penemu Pil Kontrasepsi
  83. Mani, Nabi Di Jaman Persia Kuno
  84. Vladimir Lenin, Pemimpin Revolusioner Komunis Rusia
  85. Kaisar Sui Wen, Pendiri Dinasti Sui Yang Mempersatukan Cina
  86. Vasco Da Gama, Navigator, penemu rute pelayaran Eropa ke India Penjelajah Dunia Paling Termasyur
  87. Raja Cyrus yang Agung: Pendiri kekaisaran Persia
  88. Ratu Elizabeth I: Ratu Inggris, memperbaiki Gereja Inggris setelah Ratu Mary

Opini berbagai Tokoh tentang buku tersebut

  • Keseratus bahasan riwayat hidup ini mudah dicerna, singkat-padat dan tajam; sedang bukunya sendiri akan merupakan tambahan yang berharga bagi lemari referensi pembaca. Roger Bonham, dalam Columbus Dispatch
  • Cara Hart menempatkan kedudukan seseorang tampaknya seperti keterlaluan bagi sementara orang, tetapi buku ini merangsang pikiran dan sangat mengasyikkan. Douglas Cox, dalam Los Angeles Times
  • Judulnya saja buku Seratus Tokoh, tetapi nilainya bisa jadi paling sedikit sama dengan seribu perbedaan pendapat. Dan justru itu yang diharapkan penulisnya. Scholastic Magazine
  • Para pejuang hak-hak wanita boleh mencatat kenyataan dicantumkannnya hanya dua orang wanita dalam daftar Hart. Do Carter, dalam Seattle Post-Intelligencer
  • Buku Hart, disamping merupakan rangkuman sejarah dunia yang bermanfaat, juga merupakan sumber perdebatan sengit yang tak akan ada habisnya. Detroit Free Press
  • Seratus Tokoh adalah sebuah buku yang memuat peringkat tokoh-tokoh sejarah menurut ahli astronomi Michael H. Hart, dan mengundang para pembaca untuk melawan pilihannya. Kenneth L. Woodward, dalam Newsweek

Sumber : Tokoh Paling Berpengaruh Dalam Sejarah Hidup Manusia Michael H. Hart. 1978, wikipedia dan berbagai sumber lainnya

03.40 | 0 komentar | Read More

Ambil Pulsa 10 Ribu, Anak Ditahan Dituntut 7 Tahun

Written By Forum Anak Pati on 30.4.11 | 05.02


Polisi menahan anak 14 tahun dituduh telah mencuri kartu perdana senilai Rp10 ribu. DS telah ditahan selama 3 minggu dan kini dijerat dengan pasal yang mengancamnya dengan hukuman maksimal tujuh tahun penjara. siswa SMP Al Jihad, Johar Baru, Jakarta Pusat, Deli Subandi,

Polisi menganggap penahanan yang bersangkutan karena sudah sesuai dengan prosedur. Versi Polisi mengatakan, kasus yang dituduhkan kepada Deli berawal saat ada tawuran warga di Johar Baru. Saat tawuran, sejumlah warga melakukan perusakan. Termasuk DS yang merusak toko penjualan kartu telepon. Saat diteriaki warga, dia kabur. Pemilik toko pulsa telepon melaporkan kejadian tersebut ke polisi. Polisi sempat menangkap tiga orang yakni Deli Subandi, Rachmat Wibowo, dan Muhammad Luki. Setelah diproses, Luki dan Rachmat dibebaskan. Namun yang bersangkutan tidak iperiksa. Deli merusak toko itu dan mengambil kartu perdana XL senilai Rp10 ribu. DS juga sudah mengakuinya.

Atas perbuatan itu, DS dijerat dengan Pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan ancaman hukuman maksimal tujuh tahun penjara. Atas keterangan saksi dan korban, Polisi menahan tersangka di Rutan Pondok Bambu, Jakarta Timur.

Sedangkan pengakuan versi DS seperti yang telah ditayangkan di sebuah stasiun televisi mengatakan berbeda. Saat pulang sekolah DS terjebak dalam tawuran antar warga di Johar Baru. Saat itu DS melihat sebuah kartu pulsa 10 ribu tergeletak di jalan dan mengambilnya. Setelah mengambilnya oleh DS kartu itu diserahkan pada temannya. Beberapa saat kemudian DS dicokok polisi dari rumahnya karena dituduh mencuri pulsa. Saat di kantor polisi DS melihat seorang temannya ditampar polisi agar mengaku. Karena takut DS mengakui aksi pencurian kartu telepon itu dan menandatangani surat penahanannya.

Hukum Pidana Anak

Di Indonesia, sanksi terhadap anak-anak yang melakukan kejahatan masih merujuk pada kitab Undang-undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) warisan Belanda. Sebab pada kita Undang-undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) pasal 45 dinyatakan bahwa tindak pidana yang dilakukan orang dewasa sama dengan yang dilakukan oleh anak. Karena itu penyidikannya mengikuti penyidikan orang dewasa sebagaimana yng diatur jika tersangka khawatir melarikan melarikan diri, menghilangkan barang bukti, mengurangi tindak pidana dan ancaman hukumannya lebih dari lima tahun. Jika kriteria tersebut di penuhi, maka tindakan penahanan dianggap sah.

05.02 | 0 komentar | Read More

Kekerasan Anak, Jangan Pernah Terpikirkan


Quantcast

Kekerasan anak adalah tindak kekerasan secara fisik, seksual, penganiyaan emosional, atau pengabaian anak. CDC (Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit) Amerika Serikat mendefinisikan penganiayaan anak sebagai setiap tindakan atau serangkaian tindakan wali atau kelalaian oleh orang tua atau pengasuh lainnya yang dihasilkan dapat membahayakan, atau berpotensi bahaya, atau memberikan ancaman yang berbahaya kepada anak. Sebagian besar terjadi kekerasan terhadap anak di rumah anak itu sendiri dengan jumlah yang lebih kecil terjadi di sekolah, di lingkungan atau organisasi tempat anak berinteraksi. Ada empat kategori utama tindak kekerasan terhadap anak: pengabaian, kekerasan fisik, pelecehan emosional/psikologis, dan pelecehan seksual anak.

Yurisdiksi yang berbeda telah mengembangkan definisi mereka sendiri tentang apa yang merupakan pelecehan anak untuk tujuan melepaskan anak dari keluarganya dan/atau penuntutan terhadap suatu tuntutan pidana. Menurut Journal of Child Abuse and Neglect, penganiayaan terhadap anak adalah “setiap tindakan terbaru atau kegagalan untuk bertindak pada bagian dari orang tua atau pengasuh yang menyebabkan kematian, kerusakan fisik serius atau emosional yang membahayakan, pelecehan seksual atau eksploitasi, tindakan atau kegagalan tindakan yang menyajikan risiko besar akan bahaya yang serius”. Seseorang yang merasa perlu untuk melakukan kekerasan terhadap anak atau mengabaikan anak sekarang mungkin dapat digambarkan sebagai “pedopath” Kekerasan terhadap anak dapat mengambil beberapa bentuk: Empat jenis utama adalah kekerasan secara fisik, seksual, psikologis, dan penelantaran.

Penelantaran

Penelantaran anak adalah di mana orang dewasa yang bertanggung jawab gagal untuk menyediakan kebutuhan memadai untuk berbagai keperluan, termasuk fisik (kegagalan untuk menyediakan makanan yang cukup, pakaian, atau kebersihan), emosional (kegagalan untuk memberikan pengasuhan atau kasih sayang), pendidikan (kegagalan untuk mendaftarkan anak di sekolah) , atau medis (kegagalan untuk mengobati anak atau membawa anak ke dokter).

Kekerasan fisik

Kekerasan fisik adalah agresi fisik diarahkan pada seorang anak oleh orang dewasa. Hal ini dapat melibatkan meninju, memukul, menendang, mendorong, menampar, membakar, membuat memar, menarik telinga atau rambut, menusuk, membuat tersedak atau menguncang seorang anak.

Guncangan terhadap seorang anak dapat menyebabkan sindrom guncangan bayi yang dapat mengakibatkan tekanan intrakranial, pembengkakan otak, cedera difus aksonal, dan kekurangan oksigen yang mengarah ke pola seperti gagal tumbuh, muntah, lesu, kejang, pembengkakan atau penegangan ubun-ubun, perubahan pada pernafasan, dan pupil melebar. Transmisi racun pada anak melalui ibunya (seperti dengan sindrom alkohol janin) juga dapat dianggap penganiayaan fisik dalam beberapa wilayah yurisdiksi.

Sebagian besar negara dengan hukum kekerasan terhadap anak mempertimbangkan penderitaan dari luka fisik atau tindakan yang menempatkan anak dalam risiko yang jelas dari cedera serius atau kematian tidak sah. Di luar ini, ada cukup banyak variasi. Perbedaan antara disiplin anak dan tindak kekerasan sering kurang didefinisikan. Budaya norma tentang apa yang merupakan tindak kekerasan sangat bervariasi: kalangan profesional serta masyarakat yang lebih luas tidak setuju pada apa yang disebut merupakan perilaku kekerasan.

Beberapa profesional yang bertugas di bidang manusia mengklaim bahwa norma-norma budaya yang berhubungan dengan sanksi hukuman fisik adalah salah satu penyebab kekerasan terhadap anak dan mereka telah melakukan kampanye untuk mendefinisikan kembali norma-norma tersebut.

Penggunaan tindak kekerasan apapun terhadap anak-anak sebagai tindakan disiplin adalah ilegal di 24 negara di seluruh dunia, akan tetapi lazim dan diterima secara sosial di banyak negara lainnya. Lihat hukuman di rumah untuk informasi lebih lanjut.

Pelecehan seksual anak

Pelecehan seksual terhadap anak adalah suatu bentuk penyiksaan anak di mana orang dewasa atau pelanggaran yang dilakukan oleh remaja yang lebih tua terhadap seorang anak untuk mendapatkan stimulasi seksual. Bentuk pelecehan seksual anak termasuk meminta atau menekan seorang anak untuk melakukan aktivitas seksual (terlepas dari hasilnya), paparan senonoh dari alat kelamin kepada anak, menampilkan pornografi kepada anak, kontak seksual yang sebenarnya terhadap anak, kontak fisik dengan alat kelamin anak, melihat alat kelamin anak tanpa kontak fisik, atau menggunakan anak untuk memproduksi pornografi anak.

Pengaruh pelecehan seksual anak termasuk rasa bersalah dan menyalahkan diri, kenangan buruk, mimpi buruk, insomnia, takut hal yang berhubungan dengan pelecehan (termasuk benda, bau, tempat, kunjungan dokter, dll), masalah harga diri, disfungsi seksual, sakit kronis , kecanduan, melukai diri sendiri, keinginan bunuh diri, keluhan somatik, depresi, gangguan stres pasca trauma, kecemasan, penyakit mental lainnya (termasuk gangguan kepribadian). dan gangguan identitas disosiatif, kecenderungan untuk mengulangi tindakan kekerasan setelah dewasa, bulimia nervosa, cedera fisik pada anak di antara masalah-masalah lainnya

04.54 | 0 komentar | Read More

Kongres Anak Nasional

Written By Forum Anak Pati on 16.3.11 | 21.32


Anak Indonesia...
Luar biasa!
Anak Indonesia...
Merdeka, ya!
Siapa kita?
Indonesia.

Yel-yel yang diteriakkan dengan semangat penuh oleh anak-anak usia 14-18 tahun itu seakan hendak meruntuhkan aula Hotel Seratta, yang terletak di kawasan wisata bahari Pantai Pasir Padi, Pulau Bangka. Mereka sekitar 300 anak adalah peserta Kongres Anak Indonesia IX di Kota Pangkal Pinang, yang berlangsung pada 20 dan 21 Juli lalu. Penginapan yang terletak sejauh 25 menit perjalanan mobil dari Bandar Udara Depati Amir, Kepulauan Bangka Belitung, pun berubah meriah beberapa hari selama pertemuan. Ruang pertemuan seluas setengah lapangan sepak bola bertarif Rp 5 juta per hari ini tak pernah sepi dari celoteh, teriakan, dan nyanyian peserta kongres.

Tengok saja, saat lagu Sajojo asal Papua didendangkan, ratusan anak spontan berpegangan tangan. Bahkan setengah dari mereka berbaris membentuk deretan seperti ular dan berkeli ling mengitari aula. Mereka larut dalam keceriaan sebagai anak Indonesia dari beragam suku, bahasa, dan latar belakang. "Kami adalah anak Indonesia," kata M. Deden Suratman, 17 tahun, anak jalanan asal Banten, dengan bangga. Memang, selama kongres, semuanya dilakukan anak-anak, tidak ada orang dewasa yang ikut serta, apalagi mengarahkan jalannya pertemuan.

Ratusan anak yang datang pun menjalankan kongres dengan bertanggung jawab. Tidak ada kesan bahwa mereka datang ke pulau tempat syuting film Laskar Pelangi ini untuk bersantai dan melakukan kesenangan semata. Mere ka datang ke Pangkal Pinang dengan tekad merumuskan dan menyuarakan aspirasi anak Indonesia. "Kalau bukan kita, siapa lagi? Jika tidak sekarang, kapan lagi?" kata Franklin, peserta kong res berusia 16 tahun asal Nusa Tenggara Timur, dengan bersemangat.

Pertemuan anak tahun ini bertema "Wujudkan Perlindungan Anak, untuk Masa Depan Indonesia yang Gemilang". Kongres yang digelar setiap tahun sejak 2000 ini memang khusus diadakan menyambut Hari Anak Nasional pada 23 Juli. Acara tersebut dinilai penting karena, berdasarkan Konvensi Perserikatan Bangsa-Bangsa tentang Hak Anak dan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak, setiap anak memiliki hak partisipasi alias berhak mengeluarkan pendapat.

Hebatnya, anak-anak itu mampu ber kongres secara dewasa. Tempo melihat mereka berani berpendapat, kritis, dan tak sungkan berdebat, tapi tetap beretika. Sebagian peserta kongres mengenakan pakaian adat masing-masing, membuat suasana pertemuan menarik. Anak-anak ini tidak hanya enak disimak pembicaraannya, tapi juga ditonton figur dan perilakunya.

Agenda sidang tersusun rapi, mulai sidang paripurna untuk pengesahan pemimpin sidang, jadwal dan tata ter tib persidangan, sidang komisi, pleno sidang komisi, sampai rapat paripurna finalisasi pengesahan suara anak Indonesia. Tak sepi dari perdebatan, tapi semua berakhir dengan musyawarah untuk mufakat. "Setiap keputusan disahkan dengan ketukan palu, voting sah jika meraup 50 persen plus 1 suara yang hadir," kata pemimpin sidang, Sri Ma handhana, asal Bali.

Mahandhana mendapat dukungan suara terbanyak sebagai ketua sidang. Pemuda 17 tahun itu didampingi Franklin sebagai sekretaris dan Indah Dara puspa, keduanya berusia 16 tahun, sebagai pimpinan anggota. Ada tiga sidang paripurna. Yang pertama dilaksanakan tepat pukul 15.00, 20 Juli, satu setengah jam setelah kongres dibuka.

Di aula sidang yang ramai, ketiga pemimpin sidang langsung menuju ke tempat yang ada di depan dan berhadapan dengan peserta. Dua layar proyektor terpampang di kanan dan kiri pemimpin sidang. Suasana kongres masih ramai sebelum suara ketua sidang bertipe bariton itu memulai rapat paripurna.

Awalnya Mahandhana membacakan surat keputusan resmi Kongres Anak Indonesia, tentang pengesahan para pemimpin sidang. Lalu tata tertib sidang dibacakan. Ketua sidang memerinci ketentuan peserta selama persidangan, di antaranya perihal pengaktifan telepon seluler dan penggunaan pakaian yang sopan. Tiba-tiba hujan interupsi datang. Puluhan peserta kongres mengangkat tangannya. "Interupsi, pimpinan sidang," kata mereka bersahutan bergantian, mirip anggota Dewan Perwakilan Rakyat.

Butuh waktu hampir dua jam untuk membahas tata tertib sidang. Padahal mereka hanya memperdebatkan batasan rapi dan soal mematikan telepon seluler. Apakah perlu memakai kemeja dan sepatu? Bagaimana dengan yang tidak membawa sepatu? Apa hukumannya? Bahkan soal penggunaan kata "dan" serta "atau" dalam kalimat yang tertera di tata tertib pun diperdebatkan. "Kata-katanya kan 'atau', bukan 'dan', jadi peserta bisa memilih salah satu," kata Mahandhana menengahi perdebatan bahasa yang digunakan dalam mematikan atau mengalihkan ke fungsi getar untuk telepon seluler.

Setelah mencapai mufakat untuk urusan tata tertib, peserta dari tiap daerah membacakan poin rekomendasi yang dibawa dari daerah masing-masing. Acara ini berlangsung hingga pukul 21.00, se te lah diselingi istirahat, salat, dan makan.

Ketika istirahat inilah beberapa peserta unjuk kebolehan, seperti bernyanyi dan menari. Misalnya Valentino, 16 tahun, asal Maluku, yang mempu nyai suara sekeren Glenn Fredly, dengan bangga memamerkan kelebihannya. Sorak-sorai anggota kongres menyambutnya. Mereka menyebut jeda itu sebagai ice breaking.

Dalam sidang paripurna kedua, yang diselenggarakan keesokan harinya, peserta dikelompokkan ke lima komisi. Tiap komisi membahas berbagai per masalahan anak, mulai pendidikan, kesehatan, perlindungan khusus partisipasi, hingga jaringan anak. Perdebatan seru terjadi di komisi kesehatan, pada saat peserta kongres membahas pro-kontra tembakau dan ancaman terhadap tumbuh kembang anak.

Sebagian besar anak antusias berpendapat mengenai masalah rokok ini. Misalnya dari pendekatan agama dengan mendekatkan diri kepada Tuhan, soal kesanggupan anak menolak rayuan iklan rokok, pelarangan iklan rokok, sampai pendapat ekstrem penutupan pabrik rokok. Nasrul dari DKI Jakarta berpendapat, menutup pabrik rokok tindakan yang tidak bijak karena mengancam pekerjaan jutaan petani tembakau. "Solusinya harga rokok dinaikkan agar tidak terjangkau oleh anak-anak," kata pelajar madrasah tsanawiyah setingkat SMP berusia 15 tahun itu.

Masalah tembakau hanyalah seba gi an kecil bahasan di kongres anak. Peserta kongres sepakat memilih ma salah rokok menjadi salah satu dari delapan butir rekomendasi suara anak Indonesia yang rencananya dibacakan di hadapan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di puncak perayaan Hari Anak Nasional. "Kami tidak butuh diperhatikan, tapi kewajiban pemerintahlah yang harus menangani kami," kata Deden, anak jalanan. "Pemerintah hanya melihat, tanpa berbuat sesuatu."

Pada akhirnya, ke-300 anak peserta kongres berhasil memformulasikan delapan poin "Suara Anak Indonesia". Beberapa yang menarik adalah tuntutan mereka kepada pemerintah untuk menyediakan rumah perlindungan bagi anak telantar, korban kekerasan, korban perdagangan, korban bencana, dan anak yang berhadapan dengan hukum. Mereka juga meminta pemerintah mencanang kan gerakan nasional melawan kekerasan dan kekejaman terhadap anak; dan membebaskan biaya kesehatan bagi anak. Anak-anak yang tinggal di daerah terpencil, terisolasi, di perbatasan, mereka minta agar diberi fasilitas memadai. Mereka juga menuntut perlindungan dari bahaya rokok sebagai zat adiktif dengan melarang iklan rokok, menaikkan harga rokok, membuat peringatan bergambar pada bungkus rokok, dan menjauhkan akses anak dari rokok.

Setelah memeras pikiran dan stamina selama dua hari berkongres, hari yang ditunggu pun tiba, yaitu puncak acara Hari Anak yang berlangsung di Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta, 23 Juli. Anak-anak tak sabar melihat jarum jam menunjuk pukul 09.12. Dua peserta kongres, Arief Rochman Hakim, 16 tahun, dan Maesa Ranggawati Kusnandar, 15 tahun, sebelumnya telah terbang ke Jakarta untuk membacakan delapan butir rekomendasi anak hasil kongres di hadapan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Waktu yang diberikan lima menit, yaitu 09.12-09.17. Tapi, hingga pukul 09.30, tak ada tanda-tanda kehadiran Arief dan Maesa di layar kaca TVRI, stasiun televisi pelat merah yang menyiarkan langsung peringatan ter sebut.

Tiba-tiba sebuah pesan pendek mampir di beberapa telepon seluler peserta kongres. "Suara anak Indonesia dibatalkan sepihak untuk dibaca di ha dapan Presiden," begitu isi pesan tersebut. Spontan ratusan anak peserta kongres itu bersedih. Tak sedikit pula yang menangis. "Hanya lima menit saja, Presiden tak mau mendengar suara anak Indonesia," kata Mahandhana sedih. Tak ada yel-yel kegembiraan seperti hari-hari mereka berkongres.

Rudy Prasetyo (Pangkal Pinang)

21.32 | 0 komentar | Read More